Seorang ibu tak meminta emas di masa tuanya
Ibu juga tak meminta berlian, mahkota ataupun Istana
Beliau hanya meminta sebuah perhatian dirindukan oleh anaknya
Beliau tak butuh belas iba hanya perhatian saja cukup
Masa tuanya bukan lambang egoisnya yang meminta segalanya
Hanya saja ia merasa sepi karna tak ada teman bicara
Ditinggal pergi sang pujaan hati dan belahan jiwanya perlahan tapi pasti
Bukan mudah dapat diterima begitu saja
Bayangkan pengorbanannya terhadap sang belahan jiwa untuk seluruh waktunya
Apakah ia pernah mengeluh? Pernahkah ia menyesal?
Kini di masa tuanya ia hanya butuh sedikit waktumu untuk bersamanya
Sekedar bersenda gurau untuk menghibur sepinya
Dahulu ketika sang belahan jiwa menangis karna tak ada yang temani
Ibu rela meninggalkan pekerjaannya demi menemani mu
Tapi kini ketika waktu dibalik terhadapmu
Ingat pun jarang pada beliau konon lagi merindukannya
Sementara ibu hanya berharap pada Allah untuk menjaga belahan jiwanya
Hanya mampu memandang foto berharap rindu kan sirna
Bercerita sendiri pada foto itu tentang bagaimana bahagianya dunianya ketika hadirmu
Menitihkan airmata perlahan di pipinya yang keriput
Sambil memegang dada yang sakit karna batuk tak kunjung sembuh
Membersihkan setiap foto dengan tubuh yang renta
Duduk dibpojok ruangan sambil berkhayal masa lalu dengan sang belahan jiwa
Berharap tetiba datang satu per satu menghapus rindunya
Tapi sayang hingga akhir hayatnya tak kunjung ada belahan jiwa nya yang mengerti
Kalian hanya menangis di depan jenazahnya tanpa tahu perih hatinya
Rindu itu membunuhnya perlahan tapi pasti
Ia menyusun sendiri kepingan rindu itu hingga berbentuk nafas yang mencekik
Kini setelah kepergiannya kalian baru mengunjunginya di pusara makamnya
Menangis tersedu mengatakan rindu dan ingin bertemu
Seolah kalian mengerti arti rindu seperti apa itu
Sementara beliau hanya mampu menatap dari jauh
Memeluk pun tak mampu apalagi bertemu dengan si belahan jiwa
Ibu lebih mengerti arti rindu yang sebenarnya
Karna rindu itu yang menyebabkan dia bertahan meski dalam sepi
Terharu banget :( @windy
BalasHapus