Entah mengapa semakin bertambahnya umurku semakin rindu diri ku kepada wanita paruh baya yang ku sebut "Mama"..
Terkadang setiap hari aku menelfonnya kadang juga tak pernah ku menelfonnya.. Kadang dia menelfon tak terangkat oleh ku, kadang juga dia di telfon tak mengankat...
Hingga pagi ini ku teringat akan dirinya yang mengatakan kakinya tengah sakit, ku coba untuk menyanyakan kabarnya kembali...
"Assalamualaikum ma..." ku berikan salam terhangatku padanya meski via telefon
"Waalaikumsalam nak, kenapa dek?" tanya suara letih setengah sesak itu pada ku, ingin rasanya langsung menangis ku padanya mendengar nada suara itu, nada suara yang kian hari kian lemah saja ku rasa
"Ngga ada apa-apa ma, cuma mau tanya gimana keadaan mama? kakinya udah baikan?" tanyaku sambil menahan airmata
"Oooh Alhamdulillah udah rada mendingan, kan kemarin udah di kusuk sama mama Eben sayang. Adek udah masuk kuliah nak?" ucapnya padaku, lega namun ingin rasanya ku tetap menjerit dan menumpahkan tangisan ku padanya..
"Alhamdulillah kalau gitu ma, adek belum masuk kuliah ma. kenapa ma?"
"Adek pulang aja lah nak, mama sepi dirumah kayak orang bego sendirian" pintanya padaku, rasanya saat itu juga ingin ku langsung beranjak dari ranjangku untuk langsung pergi mendatanginya
"Loh kenapa gitu ma? Memang mama gak ada kerjaan lain gitu? Kan bisa mama kumpul di kantor sama temen-temen mama" ucapku karna ku tahu tak mungkin saat ini langsung datang, urusan kuliah ku belum ku selesaikan. aku harus melihat daftar nilai dan hal lain di rumah ini.
"Mama paling cuma beresin rumah habis itu nonton Tv, kalau nggak jahit baju kalau waktunya solat ya mama solat habis itu ngaji. kalau pun ke kantor ya paling kalau di telfon temen mama, kan nggak ada kerjaan mama di kantor dek" jawabnya panjang dengan suara rintih.
Ya Allah aku tahu apa yang kini di rasakan oleh Ibu ku, dia rindu karna kesepian itu. ketika ayah pergi bekerja, sedangkan dia adalah pegawai non-job hanya stay di rumah dengan ketidak biasaannya. Air mata ini mulai menetes ya Rabb, dia ibuku, wanita yang dulu super sibuk sampai jarang ku lihat wajahnya di rumah karna harus bekerja dari pagi sampai malam dan harus dinas diluar kota, kini kesepian tanpa teman bicara di rumah itu.
"Yaudah ma, in syaa Allah minggu depan adek pulang ya ma.." jawab ku setelah ku dengarkan segala keluhnya yang sebenarnya rindu akan teman bicara
"Alhamdulillah, mama tunggu ya dek.. biar kita jalan-jalan, mama juga suntuk dirumah aja gak tau lagi mau ngerjain apaan kalau rumah udah beres"
"Iya ma, yaudah ya mama banyakin istirahat aja jangan capek kali.." pintaku padanya
"Iya dek, Assalamualaikum sayang.."
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh ma.." jawab ku dengan nada hampir tercekik karna menahan tangis yang tak mampu ku bendung.
Note::
Sahabatku ingatlah, ibu di masa tuanya tidak membutuhkan hartamu, tahtamu, ataupun istanamu..
Yang dibutuhkan ibu hanya waktumu dan dirimu, itu saja cukup. Mengapa?
Dia merasa sepi tanpa teman bicara, disaat semua orang sibuk tapi dia tidak.
Dia rindu akan anaknya yang selalu membutuhkan nasihatnya, tempat berbagi cerita keluh kesahnya.
Coba sisihkan waktumu untuknya, sekedar menelfonnya pun jadilah asal rindunya dapat terobati...
Sudahkah kalian berbicara dengan ibu kalian??