Jumat, 31 Juli 2015

Semuanya itu demi...

Ma, demi sebuah gelar di nama ku ini,
Aku rela untuk pergi pagi pulang malam..
Aku rela kejar tayang dengan tugas yang bertubi-tubi di hadapkan

Demi sebuah gelar ini saja ma...
Karena setiap kali aku ingin mengeluh untuk gelar itu,
Aku teringat akan peluh keringat Mama-Ayah demi mencari rezeki

Aku teringat pada setiap usaha yang kalian coba untuk mendapatkan semua barang ini,
Barang yang akan membantuku mendapatkan gelar ini ma..
Setiap aku ingin menyerah pada gelar ini ma,
Aku terbayang bahwa letihku tak seberapa dibangding letih kalian disana..

Masa depan ku dan kalian ada pada perjuangan ku ini kan ma?
Tumpuan hari bahagia di depan ada pada jerih payah saat ini kan ma, yah?
Aku ingin sekali mengadu pada kalian ma betapa lemahnya daya juangku,
Tugas-tugas yang tak seberapa ini membuatku menjadi lemah dari yang ku bayangkan...

Setiap kali ku ingin berlari tapi selalu saja terhenti dan menangis ku pada nasib..
Kemudian aku pasti tersadar bahwa hanya yang kuat yang berhasil melawan nasib..

Mudah sekali ku liha mereka bahagia tanpa berfikir panjang,
Tapi tak mudah untuk ku melakukan seperti mereka ma..
Menghamburkan uang, menghabiskan waktu dengan bersenang-senang..

Tapi pada kenyataannya aku harus menghadapi tugas-tugas dari kuliah dikampus sampai dirumah pun harus menghadapi tugas juga ma..
Kadang ketika ku saksikan sinetron laga itu, inign ku teriaki para sutradara itu,
Bertanya pada mereka pernahkah mengalami kuliah ini lantas apakah sama dengan tayangan itu?

Sekali saja ma dalam hidup ini aku ingin menjadi orang yang acuh..
Tak memperdulikan segalanya dan tetap hidup tenang..
Tapi ku berfikir kembali bagaimana dengan dirimu?

Apakah pernah sekali kau merasakan senang sepertiku yang bisa bebas memilih hidup?
Dari dulu ku dengar perjalanan hidupmu mencari nafkah saja,
Pergi pagi pulang larut malam demi sesuap nasi dan seberkas rezeki masa depan

Ingin sekali ku percepat gelar ini ma, yah..
Agar aku juga bisa membantu menghapus keringat di dahi kalian
Tapi apa daya? semangat ini juga mulai melemah,
Hanya kalian satu-satunya tonggak penegak untuk gelar ku ini

Tunggulah sebentar lagi Ma-Yah..
Gelar ini akan tercantum pada namaku dan mengangkat derajat sosial kalian selamanya

Salam anakmu yang ingin berbakti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar